Covid-19 membuat keadaan maritim Asia Pasifik jadi semakin rawan

Sumber: The Strategist | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN. CO. ID – JAKARTA.   Epidemi Covid-19 memaksa WHO mengeluarkan kedudukan pandemi pada bulan Maret morat-marit. Merebaknya penyakit ini mulai membuktikan bahwa masalah kesehatan punya kaitan yang erat pada aspek baik dan politik.

Kondisi maritim di kawasan Asia Pasifik jadi oleh sebab itu salah satu yang terdampak. Daerah strategis ini sekarang menghadapi penuh tantangan di tengah banyaknya kejadian di wilayah perairan.

Hal tersebut membuat banyak negara di provinsi ini cukup kesulitan dalam memberi fokus antara menyelesaikan masalah kesehatan tubuh akibat Covid-19 dan masalah kedaulatan wilayah di Laut China Daksina.

Dikutip dari The Strategist, pusat data Regional Cooperation Agreement on Combating Piracy and Armed Robbery against Ships in Asia (ReCAAP) mengadukan adanya peningkatan jumlah insiden perampokan  dan pembajakan kapal laut di periode Januari-Juni 2020. Jumlahnya bahkan dua kali lipat lebih penuh dari periode yang sama dalam tahun 2019.

Baca Juga: Meski telah mendapat dukungan AS, Vietnam pasti khawatir pada China

Pasukan keamanan seperti Eastern Sabah Security Command juga memberi peringatan tentang meningkatnya risiko grup teroris Abu Sayyaf untuk menetapkan kapal-kapal yang berlayar di laut Sulu dan Sulawesi.

Sementara tantangan maritim ini menuntut respons ketenangan secepat mungkin, negara-negara di Asia Pasifik justru disibukkan dengan upaya memerangi Covid-19 di wilayah per.

Dengan mengerahkan lebih banyak sumber daya ke pengendalian Covid-19, banyak negara yang terpaksa memangkas taksiran dari sektor lain, termasuk pertahanan.

Sebagai contoh, dikutip dari The Strategist , anggaran pertahanan Indonesia telah diturunkan sejumlah 7% dan Thailand diturunkan had 8%.

Baca Selalu: Proyek fusi nuklir terbesar di dunia segera terlihat di Perancis


–> Video Pilihan gong13deng –>
MARITIM

gong13deng –>