Indeks sektor pertambangan naik 13, 48% sejak awal tahun, simak rekomendasi analis

Reporter: Kenia Intan | Editor: Herlina Kartika Dewi

LANGSUNG. CO. ID –  JAKARTA. Indeks sektoral pertambangan naik 0, 6% dalam penutupan perdagangan Jumat (4/12). Kalau dihitung sejak awal tahun, ruang pertambangan naik 13, 48%.    

Asal tahu saja, pertambangan menjadi satu-satunya indeks sektoral yang menguat sejak awal tahun. Ruang sektoral lainnya kompak memerah dengan penurunan paling dalam dialami sektor properti, real estate, dan wujud gedung mencapai 24, 24%. Sementara penurunan paling tipis dialami sebab sektor keuangan dan industri barang konsumen masing-masing 3, 39% & 8, 62%.  

Analis Henan Putihrai Sekuritas Meilki Darmawan melahirkan, peningkatan saham-saham pertambangan tertopang emiten-emiten yang memiliki produk emas dengan cenderung menguat selama pandemi Covid-19.  

Di sisi lain, saham perusahaan yang memiliki produk nikel terus didukung oleh pemerintah daripada sisi regulasi.

“Jadi secara keseluruhan kontribusi sektor logam masih menjelma penopang dari indeks pertambangan, ” jelasnya kepada Kontan. co. id, Minggu (6/12).  

Baca Juga: Seruan meningkat drastis, harga batubara menguat tajam

Akan tetapi, memasuki Oktober 2020, Meilki mengamati sektor pertambangan batubara merasai permulihan permintaan. Oleh karenanya, pengukuhan sektor pertambangan juga tidak rontok dari saham-saham batubara.  

Ke depan, saham-saham pertambangan akan bertambah baik dibanding tahun 2020 yang menurutnya menjadi basis terendah. Suasana sektor ini akan membaik seiring dengan kenaikan permintaan karena kegiatan industri mulai berjalan normal.

Meilki memperkirakan, saham emiten pertambangan logam masih bergerak agresif tahun pendahuluan. Sebab, di tahun 2021 mau ada lebih banyak lagi infrastruktur-infrastruktur yang dibangun dan kerjasama baru di wilayah pertambangan nikel.  

Oleh karenanya, ia menyarankan investor untuk mencermati saham-saham yang mempunyai eksposur nikel seperti ANTM dan INCO.  

“Masih bisa buat dicermati oleh investor untuk berangkat dilakukan akumulasi sebelum penutupan tutup tahun, ” jelasnya kepada Kontan. co. id, Minggu (6/12).  

Tapi untuk rekomendasi dan target harganya, Meilki bilang masih dalam metode review.  

Sementara dilihat secara teknikal, Yudi Chen dari publik Indonesia Investment Education (IIE) melahirkan, beberapa saham pertambangan yang mampu dicermati antara lain ADRO, PTBA, DOID, INCO, ANTM, dan MEDC.  

Seperti yang diungkapkannya dalam webinar Indonesia Investment Education (IIE) yang digelar pada Sabtu (5/12), ADRO akan mengalami bulllish secara target kenaikan hingga Rp 1. 640. Selama ADRO bisa berkecukupan di atas level Rp 1. 420, akan tebuka peluang jalan untuk melanjutkan target terdekat pada Rp 1. 640. Akan namun, jika ADRO melorot di bawah Rp 1. 420 investor bisa membatasi risikonya terlebih dahulu.  

Sementara untuk PTBA, jika minggu depan pergerakan sahamnnya berhasil lepas daripada level Rp 2. 510, oleh karena itu PTBA memasuki fase rally . Target terjauhnya beruang di Rp 3. 620. Tatkala target terdekatnya Rp 2. 820 dengan target kedua di Rp 3. 210. Investor dapat menyekat risiko apabila PTBA turun dalam bawah Rp 2. 310.    

Adapun untuk pergerakan DOID, sahamnya kemarin sudah berhasil naik di area Rp 314 dan sudah bisa melewati area 378. Selama bisa melewati area Rp 378, DOID dapat membuka peluang naik kembali ke area Rp 460 dengan target berada pada area Rp 550.
Baca Juga: Satu-satunya indeks sektoral yang naik, ini prospek sektor pertambangan tahun depan

Untuk saham INCO, pergerakan sahamnya bakal atraktif jika keluar di atas level Rp 5. 200. Kalau berhasil, maka INCO akan menuntaskan fase sideways -nya selama 12 tahun dan  kembali fase uptrend-nya dengan target  yang pertama di Rp enam. 330. Target INCO selanjutnya pada Rp 7. 700. Investor perlu membatasi risiko kalau sahamnya tak bisa bertahan di atas Rp 5. 200 dengan batas 4. 500.

Untuk saham ANTM sedang bergerak di fase konsolidasi pada area Rp 1. 155 tenggat Rp 1. 280. Jika minggu depan ANTM bisa bergerak terbang di atas Rp 1. 280, maka target areanya berada dalam Rp 1. 400. Jika menyerbu di atas Rp 1. 400, maka target selanjutnya di Rp 1. 680.

Sementara untuk MEDC, Yudi mengamati harga sahamnya sudah berhasil bertahan di Rp 510, ini merupakan indikasi yang rupawan. Selama bisa bertahan di zona ini, MEDC membuka peluang terbang ke Rp 765.  

Kalau MEDC bisa break di wilayah Rp 580, maka target pertamanya akan menyentuh Rp 670 awal. Akan tetapi, kalau saham MEDC turun di Rp 470, ini menjadi indikasi yang kurang molek.  

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami buat menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai pepatah terimakasih atas perhatian Anda, ada voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.

–> Video Pilihan gong9deng –>
REKOMENDASI SAHAM

gong9deng –>