Kasus suap proyek SPAM di Kementerian PUPR, KPK tahan eks anggota BPK Rizal Djalil

Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN. CO. ID – JAKARTA . Komisi Pemberantasan Manipulasi (KPK) menahan mantan anggota Awak Pemeriksa Keuangan (BPK) Rizal Djalil dan Komisaris Utama PT Minarta Dutahutama Leonardo Jusminarta Prasetyo (LJP) dalam kasus dugaan suap order sistem penyediaan air minum pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Kami menahan simpulan RIZ eks anggota BPK & LJP Komisaris Utama PT MD dalam perkara pengembangan dugaan uang sogok terkait proyek sistem penyediaan cairan minum di Kementerian PUPR, ” kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron dalam konferensi pers, Kamis (3/12).

Sebelumnya, KPK telah mengumumkan bahwa Rizal Djalil dan Leonardo Jusminarta Prasetyo sebagai tersangka urusan ini sejak September 2019. Urusan ini merupakan pengembangan dari kegiatan tangkap tangan yang dilakukan oleh KPK pada 28 Desember 2018. Dalam kegiatan tangkap tangan itu, KPK mengamankan barang bukti bersifat uang senilai Rp 3, 3 miliar, S$ 23. 100, serta US$ 3. 200 atau total sekitar Rp 3, 58 miliar.

Dalam konstruksi perkara disebutkan, di dalam Oktober 2016, BPK melakukan penyeliaan pada Direktorat SPAM Kementerian PUPR sebagaimana tertuang dalam Surat Suruhan BPK-RI tertanggal 21 Oktober 2016. Surat ditandatangani tersangka Rizal Djalil dalam kapasitas sebagai anggota IV BPK-RI saat itu.

Baca Juga: Telusuri aliran uang kasus Edhy Prabowo, KPK akan gandeng PPATK

Surat tugas itu untuk melaksanakan pemeriksaan dengan bahan tertentu atas pengelolaan infrastruktur air minum dan sanitasi air limbah pada Direktorat Jenderal Cipta Susunan Kementerian PUPR dan instansi terpaut pada tahun 2014, 2015 dan 2016 di Provinsi DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan Barat dan Jambi.

Awalnya diduga temuan dari pemeriksaan tersebut adalah sebesar Rp18 miliar namun lalu berubah menjadi sekitar Rp 4, 2 miliar. Sebelumnya, Direktur SPAM mendapatkan pesan adanya permintaan uang terkait pemeriksaan yang dilakukan oleh BPK-RI tersebut, yaitu sebesar Rp 2, 3, miliar.

Rizal Djalil diduga pernah memanggil Direktur SPAM ke kantornya, kemudian menyampaikan hendak ada pihak yang mewakilinya buat bertemu dengan Direktur SPAM. Kemudian, perwakilan Rizal datang ke Eksekutif SPAM dan menyampaikan ingin ikut serta dalam pelaksanaan/kegiatan proyek di lingkungan Direktorat SPAM. Proyek yang diminati adalah proyek SPAM Jaringan Bagian Utama (JDU) Hongaria dengan pagu anggaran Rp 79, 27 miliar.

Kemudian proyek SPAM JDU Hongaria tersebut dikerjakan oleh PT MD. Dalam perusahaan ini, Leonardo berposisi sebagai Komisaris Utama. Sebelumnya, sekitar tahun 2015/2016, Leonardo diperkenalkan kepada Rizal Djalil di Bali sebab seorang perantara. Leonardo memperkenalkan diri sebagai kontraktor proyek di Departemen PUPR. Melalui seorang perantara, Leonardo menyampaikan diduga akan menyerahkan kekayaan Rp 1, 3 miliar di dalam bentuk dolar Singapura untuk Rizal melalui pihak lain.

“Uang itu pada akhirnya diserahkan pada RIZ melalui salah satu pihak keluarga yaitu sejumlah S$ 100, 000 dalam pecahan S$ 1. 000 atau 100 lembar di parkiran sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan, ” ucap Ghufron.

Pada perbuatannya, tersangka Leonardo Jusminarta Prasetyo yang merupakan pemberi suap disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau pasal 5 ayat (1) huruf b ataupun Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tarikh 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara, tersangka Rizal Djalil sebagai penerima uang sogok disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau b atau Perkara 11 Undangundang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

 

 

DANA, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami buat menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai aforisme terimakasih atas perhatian Anda, ada voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.

–> Video Pilihan gong9deng –>
KPK

gong9deng –>