Kelanjutan badai Eta dan Iota, Nikaragua menderita kerugian lebih dari US$ 740 juta

Kelanjutan badai Eta dan Iota, Nikaragua menderita kerugian lebih dari US$ 740 juta

KONTAN. CO. ID –  MANAGUA . Nikaragua menderita kerugian lebih dibanding US$ 740 juta akibat Badai Eta dan Iota, kata pemerintah pada hari Selasa, ketika Inter-American Development Bank (IDB) menjanjikan bantuan US$ 1, 7 miliar untuk jutaan orang yang terkena konsekuensi di seluruh Amerika Tengah.

Dekat 44. 000 rumah mengalami kerusakan. Sebagian besar berada di Nikaragua, kata Menteri Keuangan Nikaragua Ivan Acosta. Dia memperkirakan badai telah merugikan negara itu sebesar US$ 743 juta, menurut situs jalan pemerintah El 19.

Badai Eta saja mempengaruhi sekitar 3 juta orang dalam tujuh negara Amerika Tengah serta menyebabkan kerusakan hingga US$ 5, 5 miliar, kata IDB, mengutip perkiraan dari Kantor PBB buat Koordinasi Urusan Kemanusiaan (UNOCHA).

Seorang juru bicara mengatakan UNOCHA tak dapat mengkonfirmasi angka tersebut & evaluasi terus dilakukan di lapangan. Dampak ekonomi Iota belum dihitung, kata IDB. Wilayah itu masih belum pulih dari banjir membekukan dan tanah longsor yang dipicu oleh Eta saat Iota memangkung Amerika Tengah.

Baca Juga: Para kepala G20 menjanjikan distribusi vaksin COVID-19 global yang adil

IDB mengatakan pada hari Senin akan mendukung rekonstruksi dalam negara-negara yang paling terpukul secara dana tambanhan hingga US$ 1, 2 miliar, ditambah hingga US$ 500 juta yang dialihkan sebab operasi yang ada dan uang yang dimobilisasi dari lembaga lain yang bekerja di wilayah tersebut.

Presiden IDB Mauricio Claver-Carone, dengan menjabat pada 1 Oktober, mengatakan kepada Reuters pada hari Selasa bahwa dia berusaha untuk memperluas basis modal bank dan menjadikannya kekuatan yang lebih kuat pada wilayah tersebut.

Claver-Carone, warga negara AS pertama yang mengepalai bank dan mantan asisten Presiden AS Donald Trump, menghadapi tentangan daripada beberapa negara ekonomi terkemuka Amerika Latin ketika dia mencalonkan diri awal tahun ini.

 

gong2deng –>

Editor: Handoyo.