Lupa Siapa

Sumber: Harian KONTAN | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN. CO. ID semrawut Siapa yang terang apa yang akan terjadi dalam masa depan? Kita semua jadi hanya bisa berusaha, tapi seluruh rencana bisa saja mendadak bubar jalan. Apalagi rencana-rencana disusun pada saat masa pandemi Covid-19.

Kurang tahun lalu, saya mendengar seorang direksi perusahaan bercerita rencananya menggandeng perusahaan asing untuk menjalankan usaha baru di Indonesia. Semua korps manajemen perusahaan sudah antusias mau menjalankan joint venture baru ini. Chemistry biar terasa sudah klop benar.

Belakangan mereka sepakat untuk menjalankan joint venture itu dan siap menandatangani semua dokumen legal esok pagi. Mendadak di malam harinya sang bahan rekanan meninggal dunia. Rencana dengan sudah 99% akan berjalan ini pun mau tidak mau usai. Di masa pandemi seperti saat ini, maut terasa lebih mudah menyambut nyawa siapa pun. Siapa pun dan benar-benar bisa siapa selalu, karena tidak ada orang kukuh terhadap penyakit.

Sekarang ini tersedia begitu banyak korban terjangkit virus korona dari kluster perkantoran. Barangkali karena penelusuran tes lebih efektif dilakukan di perkantoran dibandingkan kompleks perumahan. Puluhan sampai ratusan karakter terpapar di kantor-kantor Kementerian dengan melakukan tes, seperti Kementerian Pertanian, Kementerian Perhubungan. Ada puluhan & ratusan lainnya datang dari pejabat KPK, Kejaksaan, Pengadilan, Dinas Kesehatan tubuh, atau Walikota. Selain itu, ada puluhan karyawan positif korona di stasiun televisi TVRI, MNC & Indosiar.

Mungkin beberapa bulan berarakan, kita merasa pandemi itu hanya akan membuat perlu menunda rencana-rencana dua atau tiga bulan ke depan. Tapi setelah berjalan hampir sembilan bulan tak ada tanda-tanda pandemik mereda. Kita perlu sabar beberapa bulan lagi sebelum vaksin dan obat Covid-19 bisa terlihat.

Bagaimana dengan rencana-rencana politik dalam Pilkada Desember mendatang? Siapa dengan tahu? Yang pasti beberapa bahan calon kepala daerah terdeteksi nyata Covid-19. Ketua Komisi Pemilihan Ijmal pun terdeteksi positif Covid-19. Walau mungkin mereka akan siap dalam waktunya nanti, tapi entah bagaimana protokol untuk mengandangkan bakal bahan kepala daerah dan timnya semasa masa kampanye atau petugas KPU dan Bawaslu yang terdeteksi tentu selama rangkaian proses pemilihan.

Beta yakin Pilkada tidak pernah menjelma klaster Covid-19 baru. Tapi Kamu tahu kan kenapa alasannya.

Setia: Djumyati Partawidjaya

Redaktur Pelaksana


–> Video Pilihan gong11deng –>
Dampak Virus Corona

gong11deng –>