Mahkamah Menjadi Solusi Bank untuk Menarik Tagihan

Mahkamah Menjadi Solusi Bank untuk Menarik Tagihan

ILUSTRASI. Palu konvensi. (Kontan/Panji Indra)

KONTAN. CO. ID – JAKARTA. Pandemi virus korona alias Covid-19 langsung menelan  korban. Tak hanya mengambil manusia, pandemi Covid juga penuh ‘membunuh’ sejumlah industri di Negara.

Paling tidak, hal ini bisa dilihat dari meningkatnya tren kasus perkara penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) di pengadilan niaga.  
               
Lihat saja data di pola informasi penelusuran perkara (SIPP). Bersandarkan data SIPP, pada kuartal II–2020, kasus PKPU di 5 pengadilan niaga (PN Jakarta Pusat, Semarang, Surabaya, Medan, dan Makassar) menyentuh 132 kasus. Jumlah ini bertambah tinggi dibandingkan dengan kuartal baru lalu yang hanya berada pada 102 kasus.
               
Jumlah itu tetap bertambah dalam hitungan bulan. Datang pertengahan September 2020, sudah tersedia 451 permohonan PKPU dan pailit. Yang menarik, dari jumlah tersebut, sebanyak 36 perkara di antaranya dimohonkan perbankan.

Ini Tulisan Spesial

Hanya dengan berlangganan Rp 10. 000 selama 30 hari Kamu dapat membaca berita pilihan, independen, dan inspiratif ini.

ATAU